SEEKOR burung hantu dewasa ditemukan mati dilokasi perkebunan kelapa sawit areal HGU PT Sawindo Cemerlang di Kelurahan Tolando, Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai. Diduga kuat mati akibat memangsa tikus yang sudah menyantap racun khusus hama pengerat yang sengaja dipasang diareal perkebunan.
Kejadian matinya induk burung hantu tersebut membuat petani yang sempat melintas di areal perkebunan sawit itu kaget. Pasalnya, kematian yang sama didapati pada burung hantu lainnya yang hanya berjarak 200 meter dari lokasi sebelumnya.
"Tapi ukurannya agak kecil, ada satu ekor. Jadi dua ekor semua," tutur sumber yang minta dirahasiakan namanya. Perkiraan kematian burung-burung hantu tersebut, diprediksi sudah 2 bulan lalu, kata dia pula.
Sangat disesalkan belum diketahui siapa pelaku yang sengaja menyebar wadah berisi makanan dicampur racun disekitar kebun sawit yang kemudian mengakibatkan terbunuhnya burung hantu akibat menyantap tikus yang sudah terkontaminasi bahan kimia.
Padahal, burung hantu jenis Tyto Alba merupakan salah satu predator tikus paling handal, tanpa harus membasmi dengan penggunaan racun.
Ini sangat berbeda dengan petani di Kecamatan Moilong, disana burung hantu dijadikan agen hayati pembasmi hama tikus. Dari data yang diperoleh dari CNA Daily, sebaran burung hantu milik kelompok tani di Toili tepatnya Desa Sumber Harjo diperkirakan sudah lebih dari 50 ekor.
Sumber yang juga mengaku pecinta lingkungan itu berharap pemerintah dapat turun tangan mengimbau kepada pihak masyarakat atau perusahaan yang kerap menggunakan bahan kimia untuk membunuh tikus.
"Saya harap ini tidak terulang, dengan matinya dua ekor burung hantu patut menjadi perhatian kita bersama. Jika burung hantu mati terbunuh maka beresiko pada keseimbangan alam, dan bisa jadi kembang biak tikus tidak bisa terkontrol," ucapnya.
Berita Terkait
Wakil Bupati Lembata: Pendidikan Al-Qur'an Fondasi Membangun Generasi Berkarakter
PT Tigate Trees Indonesia Tinjau Lahan di Watanglolong, Bupati Lembata Dorong Kerja Sama Perkebunan Mente Berbasis Teknologi
Bertepatan dengan Hari Minggu Misi Sedunia ke-100, Paroki Lewoleba Resmi Lantik 53 Misdinar
Bupati se-NTT Bersatu Menuntut Keadilan Fiskal Nasional!
Agunan Kredit Hendak Dilelang Sebelum Jatuh Tempo, Nasabah BRI Larantuka Tempuh Jalur Hukum
Bupati Lembata Dorong Sinergi Gereja-GAMKI, Bangun Lembata Maju Lewat Pemberdayaan Masyarakat
Siswa SLB Negeri Lewoleba Borong Medali di PESONAS II NTT 2026: Harumkan Nama Lembata dan NTT
SMK Negeri I Ile Ape Gelar Kunjungan Industri ke PLTD Lamahora, Siswa Pelajari Sistem Pembangkit Listrik
Bantuan Alsintan Pemkab Lembata Dongkrak Produksi Padi Petani Waikomo
Festival Internasional Lamaholot 2026, Ajang Promosi Budaya dan Ekonomi Kreatif Masyarakat Lamaholot